Saturday, November 22, 2014

Desha Mughni Effendy

Selasa, 2 September 2014. Hari dimana Jurnalistik UIN SGD Bandung, terutama Jurnalistik A 2013, berduka atas kepergian keluarga, sahabat, dan teman kami tercinta, Desha Mughni Effendy. Desha meninggal dunia di rumah sakit Al-Islam Bandung karena penyakit, yang, kebanyakan dari kami tidak mengetahui sebelumnya. Bahkan mungkin tak satupun dari anggota kelas saya, jurnalistik A 2013, mengetahui bahwa penyakit yang Desha derita sudah sangat parah. Menurut ibunda Desha, diagnosa terakhir dokter adalah TBC paru-paru dan usus stadium akhir. Desha juga mengidap paru-paru basah yang cukup parah.

Hal paling menyedihkan bagi saya pribadi adalah gagalnya saya menjenguk Desha sebelum almarhumah meninggal dunia. Sehari sebelum Desha meninggal, dua teman saya, Amel dan Dea, sempat menjenguk almarhumah. Kondisinya sudah sangat kritis, katanya. Desha tidak sadarkan diri dan selang-selang sudah menempel pada tubuhnya. Untuk bernapas pun Desha membutuhkan alat bantu. Setelah mendengar kabar tersebut, saya dan teman saya, Dila, berniat untuk menjenguk Desha keesokan harinya. Namun ternyata, esoknya Desha meninggal tepat pukul 00.00 waktu setempat.